Berita Terbaru Entertainment Ayah Atta Halilintar, Halilintar Anofial Asmid, dipolisikan oleh mantan istri keduanya, Happy Hariadi. Halilintar dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan terkait dugaan penelantaran anak.
Sebelum memasukan laporan tersebut, Happy rupanya sudah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Hal ini diakui oleh ketua umum LPAI, Seto Mulyadi.

“Memang sudah pernah mengadu waktu itu. HH, melalui kuasa hukumnya, yaitu Dedek Gunawan, mengadukan mengenai kasus tersebut,” ucap Seto di LPAI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (1/9).Menanggapi laporan tersebut, Seto rupanya juga sudah mengundang ayah Atta untuk menghadiri pemanggilan LPAI. Namun, Halilintar kurang kooperatif.

“Nah, memang ada staf beliau yang datang, yang menjelaskan katanya beliau akan datang dan sebagainya. Akan tetapi, berkali-kali tidak pernah datang, tidak pernah menghubungi langsung, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Laporan tersebut, kata Seto, masuk ke LPAI pada tanggal 6 November 2018 lalu. Namun, tiga hingga empat bulan berikutnya tak ada kepastian dari pihak Halilintar untuk menanggapi pemanggilan LPAI. Beberapa upaya pemanggilan guna memediasi kedua belah pihak tak direspons pihak Halilintar. Meski ada staf yang mewakili Halilintar, Seto menilai perwakilan tersebut tak mampu menunjukan surat kuasa resmi.Alhasil, LPAI memilih untuk menutup kasus tersebut. Seto mengatakan keputusan menutup kasus tersebut sudah sesuai SOP yang berlaku di lembaganya.

 

 

Perseteruan Halilintar Dengan Istri Kedua Berbuntut Panjang

 

Pihak LPAI saat itu lalu merekomendasikan pihak Happy untuk menindaklanjuti kasus tersebut ke ranah hukum.
“Empat bulanlah, kami menyatakan, ya sudah, kami tutup kasus ini. Lalu kami menyarankan kepada bapak Dedek selaku kuasa hukumnya, ya sudah, menempuh jalur hukum saja begitu,” tutur Seto.

“Iya, artinya merekomendasi ke kuasa hukumnya sehingga kalau memang ternyata tidak ada kejelasan atau niat untuk mengklarifikasi padahal kami juga sudah menyampaikan surat segala secara santun ke alamat yang tepat,” tambah Seto.

Menurut Seto, tuntutan pihak Happy terhadap Halilintar adalah pengakuan terhadap anak dan pembiayaan berbagai kebutuhan hidup buah hati mereka.

“Ya, tentu adanya pengakuan bagi anak yang dilahirkan. Dengan itu juga memfasilitasi berbagai kebutuhan hidupnya, masa depannya, sekolahnya, dan juga lain sebagainya sebagai sesuatu yang wajar,” pungkasnya.

Berdasarkan keterangan dari Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nunuk Suparmi, Anofial Asmid benar telah menikah dan kemudian bercerai dengan istri keduanya, Happy Hariadi. Pernikahan itu pun diketahui oleh istri pertama, Lenggogeni Faruk, yang tak lain adalah ibu Atta Halilintar.

“Resmi dan pernikahan itu direstui oleh istri pertamanya, terjadi pada tanggal 21 April 1998, dan bercerainya tanggal 6 Maret 2006. Punya anak satu. Anaknya perempuan. Usianya sekarang 17 tahun,” pungkas AKP Nunuk Suparmi.

Meski begitu, belum ada keterangan dari pihak keluarga Atta Halilintar terkait laporan dari Happy Hariadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *