Berita Terbaru Entertainment Aktor Jefri Nichol digugat oleh rumah produksi Falcon Pictures dengan nilai gugatan mencapai Rp 4,2 miliar. Gugatan terkait kasus dugaan wanprestasi masih terus berproses di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.Kedua belah pihak memang belum menutup pintu mediasi. Pihak Falcon meminta Jefri tetap membintangi empat proyek film sebagai bentuk keseriusan menempuh jalur perdamaian.

Bahkan pihak Falcon juga memberikan keleluasaan kepada Jefri untuk memilih jadwal yang kosong untuk kebutuhan produksi. Namun rupanya hingga kini Jefri masih belum memberikan jadwal tersebut.
Kuasa hukum Jefri, Aris Marasabessy, mengaku bahwa kliennya punya alasan tersendiri mengapa masih belum memberikan jadwal. Salah satunya karena Jefri harus berkoordinasi dengan PH lain yang menjadi prioritas pertama.

“Otomatis kita harus clearence dulu nih sama prioritas pertama, boleh enggak dia main di jadwal ini, apakah berbenturan atau tidak dengan jadwal di sana,” ungkap Aris, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (4/8). Menurut Aris, ketentuan mengenai prioritas pertama juga sudah diatur dalam salah satu poin dalam perjanjian yang mereka buat. Aris mengaku bahwa dalam hal ini Jefri tak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang diatur.

 

Perseteruan Antara Jefri Nichol Dan Falcon Makin Memanas

 

 

“Kita memang belum berikan jadwal pasti karena masih koordinasi ke prioritas pertama, sekarang susah kalau kita okein, tiba-tiba jadwal sana keluar berbenturan yang rugi siapa? Falcon sendiri kan,” ucap Aris.

“Makanya kita harus pastikan dulu apakah jadwal itu aman untuk kedua belah pihak atau enggak, kalau aman ya monggo, ngapain juga Jefri berniat enggak main dalam produksi film gitu,” tambahnya.

Aris kemudian menegaskan bahwa Jefri tak pernah berniat untuk main-main dalam perjanjian produksi itu. Menurut Aris hingga kini pihaknya memang masih belim menemukan jadwal yang tepat untuk terlibat dalam penggarapan film di rumah produksi itu.

“Jefri bukan sengaja untuk tidak mau tapi karena ada prioritas pertama. Monggo itu untuk dipahami kan juga sudah ada di perjanjian,” ujar Aris.

Kata Aris, hal ini sebetulnya juga sudah disampaikan dalam agenda mediasi. Namun memang keduanya masih belum menemukan titik tengah. Aris berharap persoalan ini bisa selesai dengan damai.

“Kalau saya sih mohon bersabar, kalau seandainya mau berdamai, yuk kita damai baik-baik,” pungkas kuasa hukum Jefri Nichol itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *